Thu, Dec 08, 2022
Neraca.co.id, 01 Agustus 2013 Jakarta Pengamat minyak dan gas bumi (migas) Pri Agung Rakhmanto menegaskan, keputusan pemerintah terkait kelanjutan pengelolaan Blok Mahakam pasca berakhir kontraknya dengan Total E&P Indonesie, harus dikeluarkan tahun ini juga. Hal ini untuk mencegah semakin banyaknya muatan politik, jika finalisasi nasib blok itu
Bisnis.com, 31 Juli 2013 JAKARTA-Kontrak baru Blok Mahakam harus memuat porsi bagi hasil (split) produksi minyak dan gas bumi (migas) yang lebih besar untuk negara dibandingkan dengan yang berlaku saat ini. Pri Agung Rakhmanto, pengamat energi dari ReforMiner Institute mengatakan porsi bagi hasil untuk negara harus diperbaiki dalam kontrak kerja sama
Metronews.com – 28 Juli 2013 Jakarta: Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menilai penjarahan minyak (illegal tapping) yang merajalela di Jambi tidak hanya gangguan terhadap Pertamina. Pencurian yang menyebabkan berhenti beroperasinya ruas pipa Tempino – Plaju dan Bentayan – Plaju milik Pertamina sudah menjadi gangguan keamanan pasokan energi nasional dan juga lifting minyak nasional.
Investor.co.id – 22 Juli 2013 JAKARTA – Pengamat energi dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto meminta pemerintah membenahi struktur pasar gas di hilir terlebih dahulu sebelum menaikkan harganya. “Pengaturan pasar gas domestik di hilir yang infrastrukturnya masih terbatas dengan penguasaan infrastruktur distribusi yang monopolistik seperti sekarang ini harus dibenahi dulu sebelum menaikkan harganya,” kata Pri […]
Pertamina Akan Dapat Hak Partisipasi Kompas,13 Juli 2013 JAKARTA Pemerintah akan mempertimbangkan tawaran manajemen Total E&P Asia Pasifik untuk mengalokasikan hak partisipasi 30 persen kepada PT Pertamina (Persero) setelah berakhirnya kontrak Blok Mahakam pada 2017. Pemerintah juga memastikan Pertamina akan mendapatkan